Kendalikan Emosi Saat Interview

0rObhzauVxINTERVIEW adalah porses penjajakan antara perusahaan dan calon karyawan. Maka dari itu interview merupakan proses yang sangat penting dan harus dijalankan dengan hati-hati. Jika tidak, kesempatan emas bisa hilang begitu saja.  
Kesan pertama adalah hal yang mutlak dijaga saat wawancara. Sebab, pertemuan pertama menentukan proses penjajakan selanjutnya.
Kebanyakan pelamar kerja telah menyiapkan curriculum vitae (CV) semenarik mungkin, penampilan yang bagus dan rapi, serta menyusun perkenalan diri secara terstruktur. Meski hal tersebut penting, namun ada hal yang lebih kursial untuk dinilai, yakni emosi.
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau reaksi terhadap suatu stimulan. Maka, hal yang perlu kamu tunjukkan adalah kestabilan emosi.

Tidak jarang para pelamar kerja menangis saat diinterview. Ada yang menangis karena menumpahkan kesedihannya atas kondisi keluarga. Atau bahkan ada yang menangis karena baru putus cinta atau gagal menikah. Sebaiknya hal-hal yang demikian jangan ditunjukkan, sebab ini mempengaruhi penilaian.
 
Perlu disadari, bekerja di sebuah perusahaan pada prinsipnya dibutuhkan team work solid, yang didukung dengan sikap kedewasaan. Bagaimana ceritanya kalau ada salah satu tim yang tempramental atau sangat sensitif, tentu hal ini akan mengganggu iklim kerja.
 
Supaya proses interview berjalan dengan baik, maka ada beberapa tips Kampus Okezone yang perlu diketahui, yakni:
 
1. Kelola Emosi
Jika kamu memiliki permasalahan yang berat dan sulit  untuk dilalui, maka alihkan lah emosi. Caranya bisa curhat dengan orang yang kamu percayai, melakukan aktivitas yang membuatmu lebih tenang. Usahakan saat interview kamu tampil prima, percaya diri, dan meyakinkan. Hal yang harus kamu tanamkan adalah, jangan sia-siakan kesempatan dan berpikirlah secara jangka panjang.
 
2. Jangan Berasumsi
Interview merupakan sebuah proses yang harus dijalani dengan jujur.  Jadi pihak penginterview biasanya melontarkan pertanyaan yang menggocek konsistensi calon pekerja. Jadi, jangan bergumul dalam hati. Jawablah semua pertanyaan dengan baik, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi.
 
3. Jangan mengambil posisi lebih tinggi
Dalam menjawab sejumlah pertanyaan, usahakan jawaban sesuai dengan porsinya. Jangan bersikap sombong. Bersikaplah yang wajar, bersahaja tetapi tetap berwibawa.
(rhs)/okezone.com

Trik Jitu Tembus Kuliah ke Luar Negeri

FD6cQ1OSrGJAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar buka puasa bersama penerima beasiswa Bidik Misi ITB dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Republik Indonesia Dr. M. Sohibul Iman dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ridwansyah Yusuf Achmad. Tidak ketinggalan, acara buka puasa bersama ini dibuka oleh Rektor ITB Prof. Dr. Akhmaloka.

Sebelum acara buka puasa bersama dimulai, diadakan pula diskusi mengenai kiat menuntut ilmu di negeri asing dan bagaimana menjadi mahasiswa aktif yang berbasis kompetensi. Kedua topik tersebut dibawakan oleh Sohibul dan Ridwansyah.

Sempat mengenyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) selama tiga semester, Sohibul Iman memutuskan untuk menyelesaikan seluruh pendidikan tingginya, mulai dari S-1 sampai dengan S-3 di Jepang. Bertolak dari pengalaman bertahun-tahun menimba ilmu di negeri sakura, tentu hal tersebut memberikan cerita tersendiri bagi Sohibul yang diharapkan mampu memompa semangat para penerima beasiswa Bidik Misi ITB angkatan 2013.

Dia mengatakan bahwa menjadi mahasiswa aktif berbasis kompetensi, bisa dibuktikan dengan catatan organisasi yang pernah dia ikuti, antara lain Institute for Science and Technology Studies (ISTECS), Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (YPNF), Hokuriku Scientific Forum (HSF), Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), Yayasan Inovasi Teknologi (YIT), dan lain-lain.

"Tidak menjadi masalah seperti apa negeri asing tempat kita menimba ilmu, semuanya tergantung dari motivasi dan tujuan awal kita berangkat. Satu lagi, kita harus mampu menciptakan lingkungan yang baik agar tidak terjerumus pergaulan yang buruk," ujarnya yang dilansir dari laman ITB, Rabu (24/7/2013).

Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi bersama Ridwansyah Yusuf Achmad, yang juga akrab dipanggil Kang Ucup. Alumnus Teknik Perencanaan Wilayah Kota yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Keluarga Mahasiswa ITB tersebut, turut berbagi pengalamannya menimba ilmu di luar negeri, kali ini di negeri Tulip. Selain sibuk menempuh master Governance, Policy, and Political Economy di Institute of Social Studies of Erasmus University Rotterdam kang Ucup juga diamanahi menjadi Sekretaris Jenderal PPI Belanda.

Dia memberikan beberapa tips untuk menjaga semangat berkuliah di luar negeri, antara lain adalah fokus, yakin, dan bernyali besar. "Keyakinan merupakan langkah pertama, meskipun ketika itu kita tidak bisa melihat jalan kita. Tidak ada mimpi yang terlalu jauh, yang ada adalah usaha yang terlalu sedikit." tutupnya. (ade)/okezone.com